Fenomena KETINDIHAN atau Sleep Paralysis
Pernahkah Anda mengalami KETINDIHAN ketika sedang tidur?
Ketindihan atau Sleep Paralysis disebut juga kelumpuhan tidur. Kelumpuhan tidur merupakan ketidakmampuan seseorang untuk bergerak atau berbicara saat terbangun dari tidur atau ketika akan tidur, berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Atau lebih jelasnya, ketika Anda merasa bahwa Anda sebenarnya sudah terbangun dari tidur atau kondisi sadar namun Anda tidak bisa melakukan apapun pada saat itu, termasuk juga kesulitan dalam bernafas dan yang paling sering dialami yaitu seperti merasa keberadaan sosok lain.
Secara medis, ada dua jenis Sleep Paralyris:
Secara medis, ada dua jenis Sleep Paralyris:
- Hypnagogic Sleep Paralysis Kelumpuhan ini umumnya terjadi ketika menjelang tidur, tubuh Anda akan merasakan rileks dan perlahan-lahan kehilangan kesadaran. Bagi Anda yang mengalami Hypnagogic Sleep Paralysis, Anda tetap tersadar, tapi tidak dapat berbicara atau menggerakkan tubuh.
- Hypnopompic Sleep Paralysis Masa tidur terbagi menjadi dua, yaitu:
- NREM (Non-Rapid Eye Movement) yaitu siklus tidur dimana tidak terjadi pergerakan mata yang cukup cepat. Siklus NREM ini hampir terjadi 80% dari skilus tidur normal kita. Pada fase ini dibagi lagi menjadi 4 tahapan kedalaman. Saat siklus NREM ini, gelombang otak melambat dan detak jantung juga. Pada fase ini, diperkirakan oleh medis, merupakan fase dimana mimpi tidak terjadi dan REM (Rapid Eye Movement)
- REM (Rapid Eye Movement) yaitu siklus tidur dimana fase ini merupakan fase terakhir dari siklus tidur manusia. pada fase ini detak jantung sedikit meningkat dan gelombang otak sedikit mengalami peningkatan, dan sering terjadi gerakan2 refleks dari otot, dan contoh paling terlihat adalah sering bergeraknya mata. Pada fase inilah mimpi banyak terjadi. dapat diketahui berdasarkan aktifnya gelombang otak pada alat EEG ketika manusia memasuki fase ini.


Komentar
Posting Komentar